JOMBANG, 17 Desember 2025 – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini merambah dunia pesantren melalui pemanfaatan teknologi modern. Hal ini ditandai dengan suksesnya pelaksanaan kegiatan Pelatihan dan Pemasangan Automatic Weather Station (AWS) yang bertempat di Pondok Pesantren Fathul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Langkah inovatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) LPPM-IPB dengan Bank Indonesia dalam mendukung kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
Program ini menjadi bagian integral dari inisiatif Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), khususnya untuk komoditas beras di tahun 2025. Kehadiran instrumen AWS di lingkungan pesantren memungkinkan para santri dan pengelola lahan untuk melakukan pemantauan kondisi cuaca secara real-time. Teknologi ini sangat krusial dalam membantu optimasi hasil panen serta menjadi sarana mitigasi risiko yang efektif terhadap perubahan iklim yang sering kali sulit diprediksi.
Melalui pendampingan akademis dari CIBEST IPB dan dukungan sektoral dari Bank Indonesia, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian pesantren, tetapi juga membangun model ekonomi umat yang tangguh dan mandiri. Integrasi antara nilai-nilai pesantren dengan inovasi teknologi terapan menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan tradisional mampu beradaptasi dan berkontribusi langsung dalam menjaga kestabilan pangan nasional melalui metode pertanian yang lebih cerdas dan terukur.
Program ini menjadi bagian integral dari inisiatif Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), khususnya untuk komoditas beras di tahun 2025. Kehadiran instrumen AWS di lingkungan pesantren memungkinkan para santri dan pengelola lahan untuk melakukan pemantauan kondisi cuaca secara real-time. Teknologi ini sangat krusial dalam membantu optimasi hasil panen serta menjadi sarana mitigasi risiko yang efektif terhadap perubahan iklim yang sering kali sulit diprediksi.
Melalui pendampingan akademis dari CIBEST IPB dan dukungan sektoral dari Bank Indonesia, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian pesantren, tetapi juga membangun model ekonomi umat yang tangguh dan mandiri. Integrasi antara nilai-nilai pesantren dengan inovasi teknologi terapan menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan tradisional mampu beradaptasi dan berkontribusi langsung dalam menjaga kestabilan pangan nasional melalui metode pertanian yang lebih cerdas dan terukur.
Bagikan artikel ini: